3 Cara Menggunakan Bollinger Bands dalam Analisis Teknikal

Bollinger Bands adalah salah satu indikator paling serbaguna dalam analisis teknikal karena menggabungkan, dalam satu alat, informasi tentang tren dan volatilitas. Banyak orang belajar mengenali bentuk tiga garis pada grafik, tetapi sedikit yang mengeksplorasi semua yang bisa ditunjukkannya di luar hal yang jelas seperti "harga naik, harga turun".
Dalam artikel ini Anda akan melihat cara indikator ini dihitung dan tiga cara berbeda untuk mengekstrak sinyal darinya: mengidentifikasi perubahan volatilitas, bertransaksi reversal di tepi band, dan mengikuti breakout tren.
Cara Band Dihitung
Indikator ini memiliki tiga garis. Garis tengah adalah rata-rata bergerak sederhana, biasanya 20 periode. Dua garis lainnya, atas dan bawah, berjarak dari rata-rata tersebut sebesar kelipatan deviasi standar harga pada periode yang sama -- standar pasar adalah 2 deviasi standar.
Contoh: jika rata-rata bergerak 20 periode pasangan EUR/USD berada di 1,0850 dan deviasi standar periode tersebut adalah 0,0040, band atas berada di 1,0850 + (2 × 0,0040) = 1,0930, dan band bawah di 1,0850 − (2 × 0,0040) = 1,0770. Semakin banyak harga berosilasi, semakin jauh band menjauh dari rata-rata; semakin harga diam, semakin dekat band tersebut.
Cara 1: Membaca Volatilitas dari Jarak Antar Band
Ketika band saling berdekatan, pasar sedang mengalami volatilitas rendah -- umumnya periode keraguan yang mendahului pergerakan yang lebih kuat. Penyempitan ini dikenal sebagai squeeze. Ketika band terbuka lebar, pasar sedang bergejolak, dan setelah pembukaan yang sangat besar biasanya volatilitas turun lagi, bahkan tanpa menunjukkan arah.
Penggunaan ini tidak memberikan sinyal beli atau jual: ini memperingatkan bahwa sesuatu akan segera terjadi, agar trader menyesuaikan ukuran posisi dan jarak stop sebelum pergerakan itu tiba.
Cara 2: Bertransaksi Reversal di Tepi Band
Di pasar tanpa tren yang jelas (menyamping), harga cenderung menghormati band seolah-olah band tersebut adalah atap dan lantai. Ketika harga menyentuh atau melampaui band atas dan kemudian menutup candle kembali ke dalam band, sebagian trader melihat ini sebagai sinyal kelelahan kenaikan dan kemungkinan penurunan menuju garis tengah. Logika yang sama berlaku sebaliknya di band bawah.
Penggunaan ini bekerja lebih baik ketika dikonfirmasi oleh indikator momentum lain, seperti RSI, karena dalam tren yang kuat harga bisa "berjalan" menempel pada satu band selama beberapa candle tanpa berbalik -- dan siapa yang menjual hanya karena harga menyentuh band atas dalam kondisi ini akan merugi melawan tren.
Cara 3: Mengikuti Breakout
Cara ketiga adalah kebalikan dari cara kedua: alih-alih menunggu reversal, trader mengikuti pergerakan tersebut. Setelah squeeze (band menyempit), jika harga menembus band atas dengan candle berbadan besar dan volume lebih tinggi dari biasanya, ini bisa menandakan awal tren naik -- dan trader masuk searah breakout, bukan melawannya. Hal yang sama berlaku untuk breakout band bawah, ke arah turun.
Perbedaan antara menggunakan Bollinger Bands untuk reversal (Cara 2) atau untuk breakout (Cara 3) bergantung pada konteks pasar: pasar menyamping mendukung reversal, squeeze yang diikuti kekuatan mendukung breakout. Mencampur kedua pembacaan ini tanpa kriteria adalah kesalahan paling umum bagi orang yang baru mulai menggunakan indikator ini.
Manajemen Risiko dengan Bollinger Bands
Tidak satu pun dari ketiga cara penggunaan ini menggantikan rencana manajemen risiko. Tentukan stop sebelum masuk -- misalnya, sedikit melewati band yang berlawanan dengan entry Anda -- dan jangan pernah mempertaruhkan lebih dari sebagian kecil akun dalam satu transaksi, sekitar 1% hingga 2% dari modal. Ingat juga bahwa, seperti indikator apa pun yang berbasis rata-rata dan deviasi standar, Bollinger Bands bereaksi terhadap harga masa lalu: band ini menggambarkan apa yang sudah terjadi, bukan menjamin apa yang akan terjadi selanjutnya.
Berlatih Sebelum Bertransaksi dengan Uang Sungguhan
Karena indikator ini berubah perilaku tergantung aset dan kerangka waktu, ada baiknya mengamati pasangan atau saham yang sama dalam periode berbeda -- 15 menit, 1 jam, harian -- sebelum memutuskan cara penggunaan mana dari ketiganya yang paling cocok dengan gaya Anda. Di platform seperti Astron, Anda bisa memantau grafik dengan indikator terpasang dan menguji masing-masing pembacaan ini pada aset yang berbeda sebelum menerapkan nilai sungguhan.
Pada akhirnya, Bollinger Bands adalah lensa untuk volatilitas, bukan bola kristal. Dipadukan dengan rencana risiko yang jelas dan indikator konfirmasi lain, band ini membantu menyusun keputusan yang, jika tidak, hanya akan menjadi "tebakan" belaka saat melihat harga.
Berlatih sebelum mengambil risiko. Buat akun Astron dan uji ide Anda di akun demo dengan dana virtual R$ 10.000.
Buat akun gratis